My name is Marya Sutimi.
This blog is not meant to be read.
It is meant to be written.


More about me:
iWrite
iOverheard

History Expert

acciobrandon:

The Disney parks of California.

(via bethanybean)

  • For those who haven't reached the age of 22, I'm telling you kids... There will come a time when you get too lazy to go out, and if you have some friends who are true to you and to themselves, instead of having a dinner out, you'll choose delivery service instead and laying on the floor at someone's house, either yours or theirs. And while doing that, you'll complain about how shitty your life can be.
  • So, that is what I did with some friends of mine recently when...
  • R: "You know, I never thought being 25 would suck like this. Wait, when people talk about 'middle age', how old is that supposed to be?"
  • M: "Assuming we can live to 100, middle age is supposed to be 50. It means that we're not there yet."
  • R: "But most of people can't get to 100... So maybe it's supposed to be 25."
  • M: "Well, I will get to 100, but maybe you won't..."
  • R: "You crazy bitch, I'll see you in your funeral!"

(via undarling)

  • Di wisma rektor ITB, saya dan teman-teman lagi ngobrol ngalor-ngidul sambil selonjoran di lantai pake bantal yang cuma memperjelas kenyataan kami semua udah tua dan udah males jalan-jalan ke luar di malam minggu.
  • R: "Jadi, sebenernya kamu mau apa abis kebanyakan kuliah Na?"
  • N: "Aku mah mau bahagia."
  • Semua: "HAHAHA."
  • M: *ga bisa ga dangdut ngedenger statement tersebut dan langsung bangun dari selonjoran* "Ih anjir, tapi bener lho, kebahagiaan tuh macem simpel kalo dijawab pengen bahagia, padahal sebenernya mah susah dicapai. Apalagi konteks bahagia tuh beda-beda tiap orang."
  • RR: "Mar, elu minum air putih aja ngelantur ngomongnya. Apalagi kalo gue kasih bandrek..."
  • Semua: "HAHAHAHA. Koplok!"

allthingseurope:

Zrenjanin, Serbia (by Slobodan Siridžanski)

Kalo misalnya memang ada yang baca postingan saya ini, ada berapa di antara kalian yang punya cita-cita semasa kecil dan mewujudkannya saat ini ketika kalian beranjak dewasa? Kalo misalnya kalian seperti saya, apa cita-cita kalian dulu dan apa pekerjaan kalian saat ini?!

Betul sekali, saya mau cerita tentang bagaimana kadang cita-cita cuma bisa terwujud hingga angan-angan, walaupun ga jarang juga yang kesampaian. Saya terinspirasi untuk menulis soal ini karena beberapa hari lalu saya menemukan postingan di 9gag mengenai ini. 

Read More

You think you know everything about a person, but the truth often comes as a surprise.

allthingseurope:

Hundertwasserhaus, Vienna (by Dragonovski)

  • Lagi belajar Bahasa Jepang sama Nana,
  • M: *dites baca* "Nomo"
  • N: "Nah, nomo itu artinya ayo diminum..."
  • M: "Kaya semacam 'cheers' kah?"
  • N: "Bukan, kalo 'cheers' beda lagi, itu artinya kanpai. Kalo ini apa ya? Jadi kaya nawarin minuman gitu lho misalnya kamu dateng ke rumah aku terus aku nyiapin minuman, jadi aku bilang 'nomo'..."
  • M: "Kaya semacam 'mangga ditampi' kah?"
  • N: "Eta pisan lah 'ditampi'..."
  • Scene yang berbeda tapi masih hari yang sama, kali ini saya belajar kosakata dalam percakapan dasar Bahasa Jepang.
  • N: "Nah, ini 'sumimasen' sama 'shitsureishimasu' artinya permisi. Bedanya itu, kalo 'sumimasen' kamu pakenya kalo misalnya kamu lewat di jalan ketemu orang. Misalnya mo nanya jalan kamu bilang 'sumimasen', blahblahblah. Jadi kaya 'punten' gitu, kalo ngelewatin orang gitu misalnya. Nah kalo 'shitsureishimasu' itu kamu kaya bilang permisi kalo misalnya mau namu ke rumah orang. Sama-sama 'punten', tapi beda kondisi."
  • M: "Oh, jadi kalo 'sumimasen' itu kaya 'punten', tapi kal
  • o 'shitsureishimasu' ini lebih kaya ke 'assalamualaikum'?"
  • N: "Eta pisan, 'assalamaualaikum' kalo mo masuk rumah orang."
  • Tak lama kemudian...
  • N: "Nah, kalo 'o genki desu ka' itu bentuk sopannya, sebenernya kalo kamu bilang 'genki desu ka' pun bisa."
  • M: "Jadi kaya kalo di Jerman ada 'du' sama 'sie' gitu? Kaya 'kamu' sama 'anda'?"
  • N: "Tepat."
  • Yang terakhir,
  • N: "Nah, kalo yang ini, 'gochisousamadeshite' itu diucapin kalo kamu udah beres makan, kaya 'alhamdulillah'."
  • What a great pleasure to learn yet another language. I can relate the language with the other ones that I know. From Sundanese to Arabic. How cool I am!