Saya memutuskan untuk memberi judul postingan saya ini ‘syukur’ karena sebagai manusia, saya harus mengakui bahwa seringkali saya lupa untuk bersyukur dengan keadaan saya sampai saat ini. Jujur, kalo boleh refleksi diri, sejauh ini paling saya menulis postingan yang berisi rasa syukur setahun sekali di akhir tahun, itupun kalo saya inget… Selebihnya, buat segelintir orang yang mungkin sering baca postingan saya, postingan saya kebanyakan isinya tentang rutukan saya tentang kehidupan. Hmmm.
Dan seperti biasa, karena inspirasi datang darimana aja… Kali ini inspirasi datang dari berita duka dari selebritis tanah air Valia Rahma yang baru saya meninggal dunia. May she rest in peace. Dan tiba-tiba saya menyadari sesuatu tentang dunia, nyawa, kematian, dan misteri kehidupan.
Mungkin saya ga kenal Valia Rahma, buat tau Valia Rahma yang manapun saya mesti googling dulu karena ga familiar sama namanya… Tapi berita kematiannya tersebut bikin saya refleksi tentang kehidupan yang saya jalani selama ini. Seolah-olah saya yang sebelumnya tidur tanpa mimpi tiba-tiba dibangunkan oleh mimpi tentang betapa mungkinnya hari ini adalah hari terakhir saya di dunia ini.
Dan sesaat saya langsung teringat mendiang beberapa teman saya yang meninggal dunia di usia muda. Saya tiba-tiba teringat almarhumah Teh Mona, almarhumah Ii dan bahkan saya pun teringat almarhum adiknya Momon yang meninggal beberapa hari sebelum Natal kemarin. Saya yakin mereka sekarang udah berada di tempat terindah, tapi saya pun lalu menyadari sesuatu yang bikin saya terinspirasi untuk menulis postingan ini… Kenyataan bahwa hidup ga ada yang tau, mungkin aja besok adalah giliran saya untuk meninggalkan dunia.
Yang bikin galau adalah ketika saya penasaran dan berpikir seandainya saya yang meninggal dunia, apa kesan orang-orang yang saya tinggalkan? Apakah saya selama hidup dicintaikah? Atau malah jadi public enemy? Dan lalu muncul satu pertanyaan yang malah bikin saya makin galau: apa yang sudah saya lakukan selama hidup?!
Katakanlah saya egois, tapi seperti biasa, dengan keras kepala saya memikirkan satu hal yang mungkin orang lain ga akan setuju dengan pendapat saya… Saya pikir langkah pertama untuk membuat hidup ini lebih berarti adalah dengan cara bersyukur. Oke, mungkin pendapat orang lain tentang diri kita juga penting, tapi memang segalanya dimulai dengan diri kita sendiri. Kalo kita ga bisa bersyukur dengan keberadaan kita di dunia, gimana orang-orang akan bersyukur dengan keberadaan kita di kehidupan mereka?
Akhirnya, saya pun harus mengakui bahwa di samping banyaknya hal-hal yang bikin saya ngomel dan kecewa sama apa yang terjadi dalam hidup saya selama ini, masih lebih banyak hal-hal kecil yang patut saya syukuri… Dimana saya masih punya kesempatan untuk hidup dengan layak, disertai dengan kasih sayang orangtua yang masih lengkap serta keluarga, dan bahkan teman-teman yang walaupun ga ada di samping saya secara fisik, tapi masih peduli setidaknya untuk bertukar sapa di dunia maya.
Dan ngomong-ngomong rasa syukur, berkah di awal tahun 2012 pun datang dengan akhirnya setelah setengah tahun pengangguran, saya akhirnya dapet kerjaan yang (mudah-mudahan) akan menyenangkan. Alhamdulillah…
Yah, mungkin postingan ini agak sedikit mengecewakan, tapi ketahuilah… Sulit buat mengungkapkan rasa syukur, karna itulah sifat dasar manusia: lupa bersyukur, segalanya maunya lebih. Dan paling engga, untuk kali ini mungkin cukup banyak hal yang bisa membuat saya bersyukur, terutama dengan kesempatan yang masih diberikan untuk memberikan hidup. Bagaimana dengan kalian?
Saturday Jan 1 @ 11:26pmtagged as: curhat.
-
msutimi posted this
